Bismillahirahmanirahiim,,,,
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
“ Semoga keselamatan, rahmat Allah SWT dan berkah-Nya tercurah kepadamu.”
“Khaorul ash-haabi man yadulluka 'alal khairi” (Sebaik-baik teman adalah yang menunjukkanmu kepada kebaikan). Sahabat yang mengingatkan kita kepada kebaikan ketika kita lalai, mencegah kita untuk berbuat keji ketika kita terbawa arus ke sana, adalah hakekat teman sejati itu.
“Shadiquka man abkaka laa man adh-hakaka” (Temanmu adalah yang membuatmu menangis karena nasehat- bukan yang membuatmu tertawa disebabkan lelucon-).Dan sungguh bukan termasuk sahabat yang membawa rahmat, bila sahabat kita tersebut ikut bergembira, tertawa merayakan kesuksesan kita dalam menjalankan kemaksiatan,
Firman Allah, “Dan saling membantulah kalian dalam hal kebaikkan, dan janganlah kalian saling membantu dalam hal keburukkan. “ (Al-Ma'idah: 2).
Firman Allah, “Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.” (Az-Zuhruf: 67)
“Seribu teman masih terlalu sedikit, sedangkan satu musuh sudah terlalu banyak,"
Manfaatkanlah waktu yang sangat pendek dari kehidupan di dunia untuk mendapatkan keuntungan dikehidupan akhirat karena kehidupan manusia yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat.
" Dan sesungguhnya Akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.
QS. Al Ankabut (29) : 64
Kehidupan di dunia yang menguntungkan pada kehidupan akhirat adalah kehidupan yang menurut aturan yang sudah ditentukan oleh Allah SWT dan sesuai dengan janji dan perintah Allah bahwa, hidup manusia di dunia hanya untuk beribadah dan mengabdi pada Allah SWT.
Katakanlah : Sesungguhnya Shalatku, lbadahku, Hidupku,dan Matiku
hanya untuk Allah Tuhan Semesta Alam.
QS. Al‑An’aan (6) : 162
Hai kaumKu, sesungguhnya kehidupan di dunia ini hanyalah kesenangan
sementara dan sesungguhnya akhirat itulah yang kekal.
QS. Al Mu’min (40) : 39
Tujuan hidup manusia di dunia, pada hakekatnya adalah untuk mencari dan mengumpulkan bekal sebanyak‑banyaknya bagi kehidupan akhirat.Tingkat derajat manusia di akhirat nanti, ditentukan oleh sedikit banyaknya bekal yang dibawa dari dunia. Semakin banyak bekalnya maka akan semakin tinggi pula tingkat kemuliaannya.
Tiap‑tiap jiwa akan merasakan mati dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga. Maka sungguh ia beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah
kesenangan yang memperdayakan.
QS. Ali Imran (3) : 18
Marilah kita manfaatkan kehidupan yang singkat ini untuk benar2 mempersiapkan perjalanan abadi di akhirat kelak, dengan niat semata-mata karena Allah SWT,
Alhamdulillahi Rabbil A'lamiin,,
Mocha'mad Said Haffadzah